Bersama 3 orang teman, semalam saya pergi ke kaki Jembatan Suramadu. Tanpa persiapan apa-apa karena memang tidak ada rencana sebelumnya. Kamera juga asal sabet aja
bahkan tidak sempat membawa tripod untuk memotret perpektif Jembatan Suramadu yang sebetulnya keren kalau dipotret malam dalam kondisi lampu jembatan yang menyala. Jadi mohon maaf kalau tidak ada foto utuh dari Jembatan Suramadu yang indah.
Read more…

Hampir semua penghobby kamera pasti pernah mendengar kata-kata full frame, Crop factor, APS-C, APS-H. Banyak yang tidak faham. Sebagian yang sudah mengerti tentu tahu kalau istilah-istilah tersebut aplikasinya pada ukuran sensor. Itu saja? Tentu tidak, karena dengan memahami hal ini kita akan bisa lebih mudah untuk kemudian mempelajari yang namanya Focal Length. Soal focal length ini nanti akan dibahasa dalam artikel tersendiri.
Read more…
Pengguna D-SLR atau kamera pocket hi-end pasti mengenal format file RAW. Apa RAW? Bahasa sederhana untuk menjelaskan format file RAW adalah file dengan format original tanpa kompresi. Istilah RAW pada masing-masing kamera disebut dengan ekstensi yang berbeda-beda. Canon EOS menyebutnya dengan .CRW, Nikon menggunakan ekstensi NEF, Sony memakai .ARW dan Olympus .ORF.

Intinya, RAW adalah format asli yang merupakan perwujudan original dari hasil kerja sensor. Perwujudan original disini bila dibahasakan secara teknis adalah kinerja piksel per pixel yang ada pada sensor. Sensor secara khusus nanti akan ada artikel tersendiri. Yang pasti sensor ini adalah komponen utama pada kamera yang bertugas sebagai media pixel yang menangkap exposure. Sensor tersusun secara baris dan kolom yang tiap pikselnya akan menangkap cahaya, merubahnya menjadi tegangan dan diproses menjadi data digital, semisal 12 atau 14 bit. Dengan 12 bit setiap piksel mampu menangani perbedaan terang gelap sebanyak 4.096 level sedang dengan 14 bit mampu membedakan terang gelap hingga 16.384 level.
Read more…
Saya tidak akan mengemukakan kelebihan satu brand satu dengan brand lain di artikel ini, yang jelas soal ini saya hanya ingin memberikan beberapa catatan bahwa;
- Di luar sana, banyak yang rela meluapkan emosi sampai mengeluarkan otot leher untuk membela kehormatan brand yang dipakai. Itu bodoh. Kecuali dibayar perjam untuk energi emosi yang dikeluarkan.