Posts Tagged ‘ seni fotografi ’
Saya tergerak untuk membuat tulisan ini karena dari hari ke hari banyak hasil search di google tentang ‘seni fotografi’ yang nyasar dengan sengaja ke blog saya. Satu hari bisa 2 sampai 9 klik dari google dengan query ‘seni fotografi’ Oke kita mulai saja. Mengapa era digital ini banyak bermunculan pertanyaan mengenai seni fotografi. Kenapa tidak [ BACA LEBIH LANJUT ]
Bersama 3 orang teman, semalam saya pergi ke kaki Jembatan Suramadu. Tanpa persiapan apa-apa karena memang tidak ada rencana sebelumnya. Kamera juga asal sabet aja bahkan tidak sempat membawa tripod untuk memotret perpektif Jembatan Suramadu yang sebetulnya keren kalau dipotret malam dalam kondisi lampu jembatan yang menyala. Jadi mohon maaf kalau tidak ada foto utuh [ BACA LEBIH LANJUT ]
Banyak yang menanyakan kelanjutan tulisan saya tentang Mendefinisi Ulang ‘Status’ Fotografer I beberapa minggu lalu. Sebenernya sampai tulisan ini saya buat, tidak ada ide tentang apa yang harus disampaikan. Tapi kemarin kebebetulan ada KEJADIAN yang membuat saya ingin menulis kelanjutannya[ BACA LEBIH LANJUT ]
Kemarin sudah saya publish bagian pertama dari Stage Photograpy yang membahas tentang tips psikologis. Bagian kedua ini akan lebih banyak mengulas tips-tips teknisnya[ BACA LEBIH LANJUT ]
Membuat sebuah foto bagus dengan modal alat bagus akan cuma sampai pada titik kepuasan relatif yang belum mampu membuat seorang fotografer tidur nyenyak. Karena akan terus penasaran untuk membuat foto yang lebih bagus dengan alat yang lebih bagus dan lebih bagus. Akan jauh lebih membuat hati tentram saat sebuah foto bagus ditangkap dengan emosi positif [ BACA LEBIH LANJUT ]
Penting diketahui bahwa ‘ego’ pemain foto lama yang suka menempatkan diri agak terlalu tinggi kadang-kadang sensitif untuk mengakui bahwa semua orang bisa saja BAGUS dengan alat yang disandangnya. Tidak peduli sudah berapa lama dia memegang kamera. Tidak peduli seberapa bagus kualitas gear yang dipunyai dan tidak juga peduli seberapa serius yang bersangkutan dalah menekuni dunia [ BACA LEBIH LANJUT ]
Saya tidak akan mengemukakan kelebihan satu brand satu dengan brand lain di artikel ini, yang jelas soal ini saya hanya ingin memberikan beberapa catatan bahwa; Di luar sana, banyak yang rela meluapkan emosi sampai mengeluarkan otot leher untuk membela kehormatan brand yang dipakai. Itu bodoh. Kecuali dibayar perjam untuk energi emosi yang dikeluarkan[ BACA LEBIH LANJUT ]
Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.
Bergabunglah dengan 380 pengikut lainnya.
Get every new post delivered to your Inbox.