Arsip
Foto Bagus, Antara Alat & Hati
Membuat sebuah foto bagus dengan modal alat bagus akan cuma sampai pada titik kepuasan relatif yang belum mampu membuat seorang fotografer tidur nyenyak. Karena akan terus penasaran untuk membuat foto yang lebih bagus dengan alat yang lebih bagus dan lebih bagus. Akan jauh lebih membuat hati tentram saat sebuah foto bagus ditangkap dengan emosi positif dan modal HATI.
Saat meluncurkan tulisan Mendefinisi Ulang Status Fotografer beberapa hari yang lalu, seorang teman bertanya pada saya; apa itu foto bagus? Belum saya jawab dan terimakasih karena pertanyaan itu jadi inspirasi bagi saya untuk membikin tulisan ini.
Read more…
Mendefinisi Ulang ‘Status’ Fotografer I (Tips bagi yang baru masuk di dunia fotografi)
Penting diketahui bahwa ‘ego’ pemain foto lama yang suka menempatkan diri agak terlalu tinggi kadang-kadang sensitif untuk mengakui bahwa semua orang bisa saja BAGUS dengan alat yang disandangnya. Tidak peduli sudah berapa lama dia memegang kamera. Tidak peduli seberapa bagus kualitas gear yang dipunyai dan tidak juga peduli seberapa serius yang bersangkutan dalah menekuni dunia fotografinya.
Tentang Pengkultusan Merk Kamera
Saya tidak akan mengemukakan kelebihan satu brand satu dengan brand lain di artikel ini, yang jelas soal ini saya hanya ingin memberikan beberapa catatan bahwa;
- Di luar sana, banyak yang rela meluapkan emosi sampai mengeluarkan otot leher untuk membela kehormatan brand yang dipakai. Itu bodoh. Kecuali dibayar perjam untuk energi emosi yang dikeluarkan.











