Arsip

Posts Tagged ‘fotografi’

Kaki Jembatan Suramadu Tengah Malam

10 Juni 2011 23 komentar

Bersama 3 orang teman, semalam saya pergi ke kaki Jembatan Suramadu. Tanpa persiapan apa-apa karena memang tidak ada rencana sebelumnya. Kamera juga asal sabet aja :) bahkan tidak sempat membawa tripod untuk memotret perpektif Jembatan Suramadu yang sebetulnya keren kalau dipotret malam dalam kondisi lampu jembatan yang menyala. Jadi mohon maaf kalau tidak ada foto utuh dari Jembatan Suramadu yang indah.
Read more…

Categories: Photo Story

Mendefinisi Ulang ‘Status’ Fotografer’ II

26 Mei 2011 1 komentar

Banyak yang menanyakan kelanjutan tulisan saya tentang Mendefinisi Ulang ‘Status’ Fotografer I beberapa minggu lalu. Sebenernya sampai tulisan ini saya buat, tidak ada ide tentang apa yang harus disampaikan. Tapi kemarin kebebetulan ada KEJADIAN yang membuat saya ingin menulis kelanjutannya.
Read more…

Categories: Psikologi Fotografi

Stage Photography II (Tips Teknis)

25 Mei 2011 4 komentar

Kemarin sudah saya publish bagian pertama dari Stage Photograpy yang membahas tentang tips psikologis. Bagian kedua ini akan lebih banyak mengulas tips-tips teknisnya.

Stage Photography
Read more…

Categories: Photography Knowledge

Stage Photography I (Tips Psikologis)

23 Mei 2011 7 komentar

Stage fotografi atau fotografi panggung adalah salah satu bidang fotografi yang saya sukai. Banyak hal yang membuat saya merasa nikmat memotret perform panggung. Apalagi kalau yang sedang perform adalah artist yang kebetulan saya sukai. Memotret mereka terasa lebih nikmat dibanding sekedar menikmati apa yang mereka tampilkan.

Pertama kali saya memotret Stage sekitar tahun 2003an saat masih aktif bekerja di sebuah media massa. Itupun masih menggunakan alat seadanya, sebuah kamera prosumer dengan tele zoom. Sayangnya filenya hilang entah kemana. Kalau tidak salah watu itu ada perform dari Siti Nurhaliza di sebuah Mall di Surabaya.


Read more…

Mengenal Ukuran Sensor Kamera & Istilah-istilahnya

13 Mei 2011 3 komentar

Film 35mm

Hampir semua penghobby kamera pasti pernah mendengar kata-kata full frame, Crop factor, APS-C, APS-H. Banyak yang tidak faham. Sebagian yang sudah mengerti tentu tahu kalau istilah-istilah tersebut aplikasinya pada ukuran sensor. Itu saja? Tentu tidak, karena dengan memahami hal ini kita akan bisa lebih mudah untuk kemudian mempelajari yang namanya Focal Length. Soal focal length ini nanti akan dibahasa dalam artikel tersendiri.
Read more…

Categories: Photography Knowledge

Foto Bagus, Antara Alat & Hati

6 Mei 2011 16 komentar

Membuat sebuah foto bagus dengan modal alat bagus akan cuma sampai pada titik kepuasan relatif yang belum mampu membuat seorang fotografer tidur nyenyak. Karena akan terus penasaran untuk membuat foto yang lebih bagus dengan alat yang lebih bagus dan lebih bagus. Akan jauh lebih membuat hati tentram saat sebuah foto bagus ditangkap dengan emosi positif dan modal HATI.

Saat meluncurkan tulisan Mendefinisi Ulang Status Fotografer beberapa hari yang lalu, seorang teman bertanya pada saya; apa itu foto bagus? Belum saya jawab dan terimakasih karena pertanyaan itu jadi inspirasi bagi saya untuk membikin tulisan ini.
Read more…

Categories: Psikologi Fotografi

Mendefinisi Ulang ‘Status’ Fotografer I (Tips bagi yang baru masuk di dunia fotografi)

27 April 2011 17 komentar

Penting diketahui bahwa ‘ego’ pemain foto lama yang suka menempatkan diri agak terlalu tinggi kadang-kadang sensitif untuk mengakui bahwa semua orang bisa saja BAGUS dengan alat yang disandangnya. Tidak peduli sudah berapa lama dia memegang kamera. Tidak peduli seberapa bagus kualitas gear yang dipunyai dan tidak juga peduli seberapa serius yang bersangkutan dalah menekuni dunia fotografinya.

Read more…

Categories: Psikologi Fotografi

Tentang Pengkultusan Merk Kamera

26 April 2011 16 komentar

Saya tidak akan mengemukakan kelebihan satu brand satu dengan brand lain di artikel ini, yang jelas soal ini saya hanya ingin memberikan beberapa catatan bahwa;

  • Di luar sana, banyak yang rela meluapkan emosi sampai mengeluarkan otot leher untuk membela kehormatan brand yang dipakai. Itu bodoh. Kecuali dibayar perjam untuk energi emosi yang dikeluarkan.
Categories: Psikologi Fotografi
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 496 pengikut lainnya.