Arsip

Archive for the ‘Review’ Category

Selamat Datang di Era Kamera WIFI

Setelah dua hari kemarin saya menuliskan 2 artikel tentang kamera WIFI yaitu Nikon D3200 dan Dock Flash, hari ini muncul kabar baru yang kurang lebih senada. Yaitu tiga kamera besutan Samsung, NX20,, NX210 dan NX1000. Semuanya menampilkan kamera dengan resolusi 20MP dan built-in Konektivitas WiFi.
Read more…

Nikon D3200, Kamera Entry Pertama dengan Konektivitas Wireless

19 April 2012 1 komentar

Nikon D3200

Nikon hari ini mengumumkan produk DSLR baru mereka yaitu D3200. Kamera ini dibekali dengan besaran pixel 24MP. DSLR entry-level ini secara opsional juga bisa digunakan dengan piranti modul WU-1a WIFI. WU-1a akan tersedia mulai Mei dan akan mendukung upload gambar dan remote viewing. Alat ini juga sekaligus juga bisa digunakan sebagai shutter release dengan aplikasi yang bisa diunduh gratis untuk ponsel Android (versi 2.3 atau yang lebih baru). Versi IOS app kabarnya akan mengikuti akhir tahun ini. WU-1a akan dijual pada kisaran harga $ 59,95
Read more…

Membandingkan Nikon D800 dan Canon 5D Mark III

17 April 2012 1 komentar

Tulisan ini dimuat di Harian Surya edisi Minggu, 15 April 2012

Beberapa minggu belakangan ini dunia fotografi seolah dibuat ‘ramai’ dengan kehadiran dua produk unggulan dari dua merk raksasa yang selalu bersaing dari mulai jaman kamera analog, yaitu Canon dan Nikon. Pada level kamera profesional full frame, keduanya baru saja meluncurkan produk unggulan dengan waktu yang hampir bersamaan. Ini membuat sebagian besar pengguna kamera level full frame cukup gundah gulana. Karena fitur dan peningkatan kualitas gambar serta besaran pixel yang ditawarkan memang cukup signifikan jika dibanding seri sebelumnya.
Read more…

Categories: NEWS, Review

Mirrorless Camera

5 Maret 2012 6 komentar

Kalau Anda penghobi fotografi, tentu Anda pernah mendengar yang namanya kamera mirrorless. Pada umumnya di dunia fotografi orang cenderung mengenal kamera terbagi dalam dua jenis. Yaitu kamera praktis yang berwujud kamera pocket atau istilah internasionalnya kamera point and shot dan kamera DSLR atau bahasa umumnya kamera profesional.


Read more…

Soal Pilihan Lensa Pengganti Lensa Kit (Canon)

27 Desember 2011 3 komentar

Kebingungan banyak orang ketiga ada dana lebih dan sudah merasa tidak cukup dengan hanya lensa kit adalah mencari pengganti lensa kit dengan focal lenght yang relatif sama (middle). Untuk pengguna Canon EOS, dari pengalaman beberapa teman saya, yang banyak menjadi bahan pertimbangan adalah antara lesa Canon 17-40 F/4 atau Tamron 17-50 F/2.8. Sebagian dari mereka memilih Canon L 17-40 F/4 dengan berbagai alasan, dan sebagian ada juga yang memilih Tamron 17-50 F/2.8 dengan alasan yang tidak salah juga.

Kalau saya dimintai pertimbangan maka yang bisa saya sampaikan adalah;
Read more…

Kevin Carter, Cermin Jiwa Fotografer yang Menjadi Korban dari Hasil Karya Fotografinya

15 Juli 2011 6 komentar

Sebuah pengantar untuk film kisah nyata Bang Bang Club

Kalau Anda penghobby fotografi dan banyak membaca forum-forum fotografi, apalagi Anda peminat foto-foto jurnalistik atau human interest, Anda pasti pernah mendengar pertanyaan menggoda seperti ini;

“Kalau Anda sedang berhadapan dengan situasi kecelakaan atau hal sejenis dimana itu adalah sebuah momen, apa yang Anda lakukan terlebih dahulu? Menolong orang yang menjadi korban? Atau memotret momentnya terlebih dahulu?
Read more…

Motorola Milestone

Gadget ini adalah gadget Android pertama yang saya punyai. Hasil dari berburu barang bekas berkualitas di kaskus. Saat mulai tertarik pada sistem Android ini saya mulai cari-cari referensi gadget yang paling pas dengan kebutuhan saya. Setelah browsing sana-sini saya dapat banyak referensi, ternyata kalau mau gadget yang tangguh ya pake Motorola. Dari beberapa item Motorola yang sudah ber-OS Android, pilihan saya akhirnya jatuh ke Motorola Milestone ini.

Motorola Milestone
Read more…

Categories: Android, Review

Dikejar Ayat Ayat Cinta

*repost, saya tulis ini setahun yang lalu

Setelah sekian lama teronggok tak tersentuh, akhirnya semalam kelar juga bacaan populer tulisan Habiburrahman El-Shirazy ini. Sehari 2 – 3 bab, lumayanlah mengisi waktu di sela-sela putusnya koneksi speedy :-) . Jika pada bab-bab tengah hanya terjadi gerimis lokal, maka pada beberapa halaman akhir datang juga hujan deras itu, hehehe…… Klo malu ketauan nangis sama istri bilang aja mata kecapekan sedari sore mantengin monitor laptop hehehehe, Basi..! kata istriku yang sudah apal kebiasaanku nangis setiap kali liat pilem atau baca novel drama.

Gak malu kok, emang sensitip dan berwatak halus sejak lahir…. :D gak beda jauh lah ama Fahry si pelakon utama novel ini, ehm….! Bedanya cuma imanku belum setangguh dia. ah….! pasti suatu hari datanglah masanya, amien.

Sengaja diselesaikan cepet, soalnya dikejar sama tayang perdana versi layar lebarnya yang InsyaAllah diputer 28 Februari ini. Mundur dari jadwal awal yang 14 Februari karena bla-bla-bla…. Baca sendiri-lah di blognya Hanung Bramantyo :P

Tidak banyak novel religius Indonesia sekualitas ini. Habib tahu betul apa yang sedang coba ia deskripsikan. Runtut, halus dan detail. Analogi-analogi agamanya (biarpun bobotnya berat) tapi masuk bener di hati. Kalau ndak mbelain kerjaan, novel ini pasti kelar tak sampai semalam. Kayak jaman kuliah dulu yang sudah terbiasa menyelesaikan novel dalam semalam biarpun tebelnya dua kali lipat dibanding novel ini.

Tidak berlebihan kalau kubilang dahaga bacaan religius terbayar lunas dengan novel ini. Kupikir setelah era-era Dewi Lestari, Ayu Utami dan Mbak Fira Basuki novel religius sudah sulit mendapat tempat lagi untuk masuk ke pasaran novel populer. Palagi dengan hantaman maut gaya Andrea Hirata (hmmm……. good work, Bro..! kutunggu tetralogi & versi movienya juga. Mudah-mudahan si Riri Reza mampu memvisualisasikan narasi dahsyat dari mimpi-mimpi punyamu)

AAC, lepas dari roh fiksi yang selalu memunculkan lobang-lobang kemustahilan, sudah merupakan karya besar menurut saya. Two Thumbs Up….! Habib orang cerdas, Pengetahuan agamanya mateng tapi tidak memusnahkan sisi keromantisannya. Ramuan religi dan cerita cinta yang tidak biasa dipersembahkan dengan manis olehnya.

Yang mau lihat trailer movie AAC ini silahkan kunjungi folder video saya. Ada kok… yang mau soundtrack lengkapnya, silahkan datang ngopi ke rumah saya hahaha…. yang ini tidak saya sarankan karena merupakan bagian dari bentuk pembajakan ;) Yang mau nonton bareng saya tar klo pilmnya dah diputer boleh…. tapi tiketnya tanggung sendiri-sendiri, syukur2 klo ada yang mau traktir :-“

Categories: Review
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 496 pengikut lainnya.