Beranda > Photography Knowledge, Review > Soal Pilihan Lensa Pengganti Lensa Kit (Canon)

Soal Pilihan Lensa Pengganti Lensa Kit (Canon)

Kebingungan banyak orang ketiga ada dana lebih dan sudah merasa tidak cukup dengan hanya lensa kit adalah mencari pengganti lensa kit dengan focal lenght yang relatif sama (middle). Untuk pengguna Canon EOS, dari pengalaman beberapa teman saya, yang banyak menjadi bahan pertimbangan adalah antara lesa Canon 17-40 F/4 atau Tamron 17-50 F/2.8. Sebagian dari mereka memilih Canon L 17-40 F/4 dengan berbagai alasan, dan sebagian ada juga yang memilih Tamron 17-50 F/2.8 dengan alasan yang tidak salah juga.

Kalau saya dimintai pertimbangan maka yang bisa saya sampaikan adalah;

Lensa Canon L 17-40 F/4 adalah jelas merupakan lensa premium produksi Canon yang dibikin memang untuk menggantikan lensa kit untuk mereka yang menginginkan lensa serupa dengan grade yang lebih tinggi. Bagi yang merasa kurang dengan F/4 pilihan lainnya adalah 16-35 F/2.8 dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Lensa Tamron 17-50 F/2.8 merupakan lensa yang sangat bagus untuk ukuran lensa 3rd party. Bagi yang pernah memakai dan yang kebetulan mendapatkan yang good copy, pasti setuju dengan saya kalau lensa ini memiliki performa yang sangat bagus dari segi hasil foto yang bisa didapatkannya.

Dari apa yang pernah saya alami. Ketika dulu saya masih menggunakan EOS sistem dan saya mencari lensa middle zoom pengganti lensa kit, jelas pilihan pertama saya jatuh pada lensa Lensa Canon L 17-40 F/4. Saya memakainya kurang lebih dua bulan. Sejauh itu, saya merasa tidak ada yang kurang dengan lensa ini.

Sampai pada suatu ketika saya bertemu dengan teman saya dan mencoba lensa Tamron 17-50 F/2.8 miliknya. Ada penyesalan kenapa tidak mencoba Tamron 17-50 F/2.8 terlebih dulu sebelum saya beli 17-40. Karena hasil yang saya dapatkan dengan Tamron 17-50 ternyata lebih bagus. Tamron 17-50 di mata saya waktu itu lebih menghasilkan ketajaman yang bagus, warna yang lebih cerah dan F/2.8 nya saya yakin akan sangat membantu saya untuk pekerjaan saya yang waktu itu banyak memotret liputan.

Akhirnya Canon L 17-40 F/4 masuk bursa. Terjual, dan saya pun pergi ke toko kamera langganan saya untuk membeli Tamron 17-50 F/2.8 (waktu itu yang VR series belum ada). Di toko tersebut, ada unit stok 3 biji. Saya suruh keluarin semua untuk saya coba satu persatu. Ini juga penting buat rekan-rekan yang ingin membeli lensa 3rd party. Bukan rahasia lagi kalau permasalahan terbanyak lensa 3rd party adalah quality control yang kurang bagus. Saran saya kalau hendak membeli lensa 3rd party adalah mencobanya terlebih dahulu. Cek fungsionalitasnya, akurasi fokusnya (tidak back/front focus), cek juga performanya di semua angka diafragmanya. kalau semua beres, baru bungkusss…!!

Setelah dapat satu yang good copy, sayapun pulang dengan hati yang senang karena mendapatkan lensa baru dengan performa bagus dan dengan harga yang lebih murah dari punya saya sebelumnya. Tidak ada keluhan berarti pada awal-awalnya kecuali suara fokusnya yang berisik.

Sampai kemudian lensa tersebut saya pakai kerja. Satu tahun tidak ada masalah, dua tahun masih lancar. Pada tahun ketiga, barulah saya merasakan kekurangan pada lensa ini. Satu persatu mulai kelihatan kelemahannya. Karet kendor, optik kendor, debu masuk, coating ngelupas, fokus meleset dll.

Dari hal tersebut saya berkesimpulan kalau memang yang tidak bisa dibohongi dari nilai premium dari sebuah lensa dedicated adalah durabilitinya. Kenapa lensa Serie L yang semula saya anggap agak overprice dengan hasil yang biasa-biasa aja seharusnya saya pertahankan.

Sekali lagi yang saya sampaikan ini adalah sudut pandang saya yang memang menggunakan set kamera dan lensa untuk kebutuhan professional dan jam terbang yang lumayan tinggi. Lain cerita kalau misalnya cuma sekedar pemakaian hobby yang cuma seminggu sekali atau sebulan sekali.

Untuk Anda? silahkan sesuaikan saja pilihan Anda dengan kebutuhan dan budget Anda. Intinya, soal kamera dan lensa, harga memang ‘jarang’ bohong :)

Tips-tips fotografi harian, silahkan follow twitter saya @SueswitApril

About these ads
  1. David
    27 Desember 2011 pada 11:32 am | #1

    Well said! Thank you for the review and tips.

  2. 27 Desember 2011 pada 7:33 pm | #2

    asikkk

  3. Yasir arafat
    28 Desember 2011 pada 12:49 pm | #3

    Bahan tambahan om untuk bisa di perhitungkan
    terima kasih om masukannya

  4. helmy hanafi
    28 Desember 2012 pada 6:42 pm | #4

    Saya malah jatuh hati sama tokina 11-16 F2,8 mas hehehe, kualitas nya tajam, diafragma yang besar bisa motret lowlight cuma kekurangan nya focal length yang terbatas dr 11-16 hampir kayak fixed focal length cuma saya cukup puas buat lensa ultra wide distorsi nya juga aman, dibanding kompetitor nya 10-22 :D

    • 28 Desember 2012 pada 6:44 pm | #5

      Tokina 11-16 F/2,8 relatif bukan pilihan pengganti lensa kit dong Mas :) Masuk di kategori lensa (ultra) wide

  5. 16 Maret 2013 pada 1:58 pm | #6

    Nah kebetulan…saya juga pengguna 1740/4L punya canon. Mantab hasilnya untuk harga segitu. Durability sudah tidak perlu dipusingkan..nah kebetulan saya sedang mencari ‘jati diri’ saya sebagai fotografer. Jadi saat ini saya lego 1740/4L saya. Silahkan jika ada yang berminat, ada di bursa FN. atas nama Eduardus Erwanda. Yang di surabaya ga usah jauh2 nyari ke kota lain. Mahal ongkir, gabisa liat barang langsung. Sekali lagi terimakasih ka Sueswit. Lensa ini emang mantab.

    Salam fotografi.

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.343 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: