Soal Lomba Fotografi (part. 1) Foto Bagus dan Foto Istimewa

Sensor kamera yang Anda punya terdiri dari jutaan pixel yang merefleksikan intelegensi fotografi dan selera Anda. Jadi soal frame value, tidak ada yang namanya kebetulan.

Sejak bergelut dengan dunia fotografi digital, banyak sekali kesempatan bagi saya untuk mengamati perkembangan seni fotografi. Baik itu secara kualitas maupun kuantitasnya. Dan kata-kata yang tepat untuk menyimpulkan keduanya adalah ‘luar biasa’. Perkembangan teknologi yang dibarengi dengan semakin terjangkaunya nilai beli dari sebuah alat yang bernama kamera digital SLR membuat seakan-akan fenomena ini tak terbendung. Semakin dahsyat, karena pada saat yang bersamaan mengalir pula kekuatan publikasi yang bernama media sosial.

Maka jadilah seperti apa yang terlihat sekarang. Kalau jaman saya dahulu, dari sekian ratus siswa di SMA saya barangkali cuma saya yang ‘pernah’ apalagi sampai mahir menggunakan kamera SLR. Sekarang? Jangankan SMA, anak-anak SMP bahkan sekolah dasar sudah banyak pula yang bermain dengan gadget penangkap cahaya ini. Belum lagi kalau mau menengok ‘fenomena’ lain dari penghobby fotografi di tingkat yang lebih tinggi. Mengeluarkan dana duapuluh sampai ratusan juta rupiah untuk belanja alat-alat fotografi bukan hal yang aneh bagi yang memang mampu meskipun yang bersangkutan baru mengenal fotografi dalam hitungan minggu saja.

Kalau dipersempit pada masalah kualitas, kesemua fenomena di atas memunculkan paradigma baru dalam dunia fotografi. Yang bisa saya tangkap secara mudah adalah bahwa makin banyak orang yang bisa menghasilkan foto ‘bagus’.

Foto bagus itu apa?
Dalam definisi pribadi saya, secara umum foto bagus adalah kalau foto yang dimaksud bisa muncul dan menarik perhatian orang secara positif. Bukan foto datar apa adanya yang bertebaran mudah dilupakan orang.

Dari point di atas, pertanyaan yang mungkin muncul adalah; siapa yang bisa membuat foto bagus? Tentu saja tidak ada batasan soal ini karena memang siapa saja bisa membuat foto bagus. Tapi kalau mau disaring, menurut saya ada dua jalur untuk masalah ini;

Orang yang dilahirkan dengan selera visual yang bagus, atau orang yang mau berpikir keras tentang konsep tentu akan bisa dengan mudah mewujudkkan imajinasi visualnya tersebut tidak peduli alat seperti apa yang dipakai.

Orang dengan intelegensi visual yang biasa-biasa saja, tapi mempunyai ketebalan dana lebih sehingga mampu membeli perlengkapan fotografi yang mahal dan bisa dengan mudah digunakan untuk menghasilkan foto bagus.

Itu foto bagus. Sederhana dan hampir semua orang bisa melakukannya entah lewat jalur yang mana. Syukur-syukur kalau bisa kedua jalur dipunyai.

Dari kesempatan beberapa kali menjadi juri dalam sebuah lomba fotografi, jarang sekali saya menemui yang seratus persen bisa puas dengan keputusan foto pemenang. Meskipun tidak secara frontal memprotes ini itu, tapi slentingan slentingan kecil di jejaring sosial dan media komunikasi cukuplah memberi gambaran betapa banyaknya orang yang kadang-kadang menilai secara sangat subyektif apa yang sudah dikerjakannya, tentu saja terlepas dari beberapa kemungkinan adanya margin error dari apa yang sudah dikerjakan para juri.

Itu juga yang menjadi sebab mengapa kalau saya dimintai saran dalam pelaksanaan sebuah lomba foto, saya selalu menyarankan lomba yang bersifat On-Spot dan sebisa mungkin penjurian dilakukan secara terbuka lewat media live yang bisa disaksikan oleh semua peserta. Jikapun masih ada waktu yang cukup, saya selalu menyarankan kepada penyelenggara untuk meyediakan tempat untuk sekedar menyampaikan review masing-masing foto pemenang kepada peserta lomba. @sueswit.copyrighted

(bersambung… )

    • Rizaldi Yudistira
    • November 11th, 2011

    tulisan yg berbobot. semoga bisa bermanfaat buat semua yg ngebaca.

    • d
    • November 11th, 2011

    :)

    • Dicky Affandi
    • November 11th, 2011

    like this om Brew…:)

    • lukman
    • November 11th, 2011

    layak dibaca untuk pemula…

    • Fajar
    • Desember 6th, 2011

    Layak dibaca oleh fotografer dan yang mau jadi fotografer

    • zaenal
    • Desember 7th, 2011

    keren banget ….salut saya benar-benar fotografi sejati……….., om maaf ini ya mo nanya sony a230 dan a330 masih ada gak barunya, klau ada harganya berapa dan di toko mana saya bisa beli. terimakasih banyak

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 380 pengikut lainnya.