Kampung Nelayan Juwata Laut – Tarakan
Beberapa hari lalu mendapat undangan dari rekan-rekan Pecinta Senifoto Tarakan untuk menjadi juri dan bedah foto juara pada acara Lomba Foto Keunikan Tarakan. Terimakasih buat sambutan teman-teman PST yang cukup menyenangkan.
Overal acara utama berjalan cukup lancar. Hasil foto yang diikutkan lomba foto juga bagus-bagus. Secara teknis dan kreatifitas konsep cukup beragam. Bahkan foto-foto yang menjadi juara memang benar-benar matang secara teknis dan konsep. Lebih menyenangkan lagi ternyata sebagian besar pemenangnya adalah penghobby fotografi yang masih muda-muda. Juara pertama, malah masih kelas 3 SMA.
Selepas acara masih ada waktu luang, saya diajak oleh teman-teman PST untuk hunting. Karena sudah terlalu sore dan waktunya mepet, untuk hunting landscape pasti kekurangan waktu dan saya juga tidak membawa tripod. Maka diputuskan untuk hunting foto Human Interest di perkampungan nelayan yang sekilas namanya saya lihat Juwata Laut.
Spot-spotnya unik. Karena mungkin saya belum pernah melikat pekampungan yang lokasinya benar-benar di atas laut. Jadi beberapa puluh meter dari bibir laut dimanfaatkan oleh penduduk nelayan ini untuk membangun perkampungan. Model tempatnya seperti jalur-jalur geladak berkayu yang kaki-kakinya langsung ditanam di laut.

Aktivitas di sepanjang perkampungan ini juga kental sekali dengan kegiatan ‘laut’ Begitu turun dari kendaraan, aroma khas ikan kering langsung terasa. Jajaran perahu-perahu tradisional yang sebagian besar sudah bermotor memenuhi sebagian besar tempat di bawah kampung ini.
Anak-anak kecil sebagian ada yang berenang di laut, sebagian lain yang kebanyakan anak perempuan bermain tali di atasnya.


Secara sosial, tidak ada penolakan pada wajah-wajah penduduk sini pada teman-teman fotografer yang datang. Tidak seperti kampung-kampung serupa di Pulau Jawa yang kebanyakan penduduknya sensitif dan selalu memasang wajah curiga saat kedatangan fotografer
Kebanyakan penduduk di sini malah cuek, tidak terlalu perduli dengan kedatangan kami. Beberapa malah malu-malu dan menghindar saat moncong lensa mengarah ke mereka.




Itu, sedikit catatan dan foto-foto hasil perjalanan singkat ke Tarakan. Sekali lagi terimakasih buat teman-teman PST yang baik
– Mas Alan, Pak Wiko, Mas Robby, Fian dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu
@sueswit-copyrighted












