Kaki Jembatan Suramadu Tengah Malam
Bersama 3 orang teman, semalam saya pergi ke kaki Jembatan Suramadu. Tanpa persiapan apa-apa karena memang tidak ada rencana sebelumnya. Kamera juga asal sabet aja
bahkan tidak sempat membawa tripod untuk memotret perpektif Jembatan Suramadu yang sebetulnya keren kalau dipotret malam dalam kondisi lampu jembatan yang menyala. Jadi mohon maaf kalau tidak ada foto utuh dari Jembatan Suramadu yang indah.
Berangkat jam 21.45 sampai lokasi jam 22 lebih sedikit. Di lokasi keadaan cenderung sepi, tidak seperti kalau malam minggu atau malam liburan dimana banyak masyarakat yang duduk-duduk di lokasi ini sambil menikmati angin dan makanan-makanan yang disajikan oleh warung-warung semi permanen dan pedagang kaki lima.
Saat itu cuma ada dua warung yang buka, satu pedagang tahu goreng penjualnya tidur di emperan samping warung kopi, satu rombong bakso yang sudah ‘habis’ dan penjualnya mengisi waktu dengan megobrol dengan pemilik warung. Kami berada di sisi timur Jembatan.
Pengunjungpun relatif tidak ada. Hanya kami berempat, dua orang suami istri pemilik warung, beberapa warga lokal yang ngopi di warung sebelah timur jalan. Kemudian disusul dua orang ABG yang datang ke warung untuk bermain catur. Kemudian beberapa remaja bermotor yang rupanya salah satunya adalah saudara dari teman saya yang mengajak ke sini.
Jadinya yaaa… foto-foto apa adanya.
Merekam apa yang bisa direkam.
Kebanyakan malah ngobrol, main catur sama makan tahu goreng.
1

Gambar di atas adalah gambar lorong putar balik di bawah kaki Jembatan Suramadu bagian Surabaya.
2

Tukang penjual tahu goreng yang bangun tidur dan berusaha menghalau kantuknya dengan segelas kopi sebelum menggenjot motornya pulang ke Jombang.
3

Warung-warung kosong di kolong Jembatan Suramadu.
4

Sekitar 100 meteran pantai kaki Jembatan Suramadu sedang surut. Sehingga saya bisa leluasa berjalan-jalan di bawah Jembatan.
5

Teman saya Surya Perdhana sedang main catur.
6

Suasana sebuah warung yang masih buka. Warung ini kemudian ditutup jam 23.30an. Ngantuk, kata pemiliknya sambil ngacir membonceng istrinya.
7

Kaki Jembatan Suramadu yang sedang surut.
8

Surya motret.
Semua foto diambil dengan kamera SLT Sony Alpha 55 plus lensa kit 18-55. Semua menggunakan ISO 6400. @sueswit.copyrigted













Manttaaaapp oom, memang beda klo yg motret prof.. *Pengin juga SLT A55*
Makasih Mas sudah mampir
wow… ternyata pake ISO tinggi hasilnya juga keren *kemaren saya cuma berani maksimal ISO 800-takut noise….. makasih pencerahannya om!
jangan takut noise ah…
wah mas….aq kok nggak di ajak….
keren mas….
salam hangat
=dozer=
Gak sempet ajak2 Mas, wong berangkat juga gak ada rencana
Keren boss. Apalagi yang di flickr gallery. Truly pro….
Makasih Mas
sisi kehidupan di surabaya yang jarang ditampilkan, apik, pengungkapan yg khas jurnalisme
Makasih sudah mampir Pak Soedji
racun SLT tingkat tinggi..
hahaha… sip..!!
mantap foto-fotonya Mas suka yang gambar kapal
Terimakasih sudah mampir
gambarnya ga bisa keliatan tuh mas…
Iya, maaf tadi lagi transisi hosting
Sekarang sudah normal lagi
wah…..asik blognya……
Matursuwun sudah mampir Mas
manteb om,,,,,,
Asyik foto2 Jembatan Suramadunya meski cuma “seadanya” , menurut Om Sue … ini dari arah SBY atau dari arah Madura Om ?
Salam,
Arif
Ini dibawah pintu Masuk jembatan bagian Surabaya Mas
Mas April, teori moto diagonal itu gimana ya? yg di kelas basic dibilangin Mas April.. agak nggak mudeng kemaren tapi malu nanya
mantap mass, mohon pencerahannya