Beranda > Photo Story, Psikologi Fotografi > Bromo, The Land of God (Part III, Tips & Persiapan Hunting Foto di Bromo)

Bromo, The Land of God (Part III, Tips & Persiapan Hunting Foto di Bromo)

Daya tarik utama TN-BTS adalah gejala alam yang unik dan spektakuler yang dapat dinikmati dan didekati dengan mudah. Kaldera Tengger dengan 5 (lima) buah gunung yang berada didalamnya merupakan daya tarik tersendiri, termasuk kisah geologi terbentuknya gunung-gunung tersebut. Kaldera Tengger ini secara administrasi pemerintahan terdapat di Kab. Probolinggo. Desa terdekat dari Kaldera Tengger adalah Cemorolawang (±45 Km dari Probolinggo), dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum atau carter jeep. Sedangkan dari Cemorolawang apabila ingin turun dan menyusuri lautan pasir Kaldera Tengger dapat menggunakan kuda, jeep atau jalan kaki.

Bromo

Dari Pananjakan, rute setelahnya adalah turun ke padang pasir. Dengan jeep, waktu yang dibutuhkan kurang lebih 30 – 45 menit. Anda yang ingin melihat lebih dekat dan melihat kawah asap vulkanik dapat naik sampai ke puncak Bromo. Untuk sampai di puncak telah disediakan tangga dari beton dengan lebar anak tangga 2 meter sebanyak 255 anak tangga. Menghitung anak tangga ini tidak ada kesepakatan, ada yang mengatakan 245 buah, atau 250 buah, ada juga yang mengatakan 254 buah, sedangkan Griya Asri menghitung 255 anak tangga sampai bibir kawah.

Dari lautan pasir ke tangga beton ini Anda bisa jalan kaki kalau fisik Anda dalam kondisi prima. Kalau tidak mau capek, Anda bisa menggunakan jasa sewa kuda yang akan banyak ditawarkan sesampai Anda di padang pasir.

Bromo

Bila kita sampai di puncak maka tampak kawah Bromo yang menganga lebar dengan kepulan asap yang keluar dari dasarnya yang menandakan gunung ini masih aktif. Dari puncak inilah pengunjung dapat menikmati/menyaksikan kawah Bromo dengan kepulan-kepulan asapnya yang relatif tipis, serta ke arah belakang dapat menyaksikan keindahan panorama hamparan laut pasir dengan siluet alamnya yang mempesona. Tapi ingat, jangan menghirup terlalu banyak menghirup terlalu banyak asap belerang karena akan membuat dada Anda sesak dan nyeri.

Bromo

Daya tarik lainnya, adalah bahwa gunung ini merupakan tempat bagi berlangsungnya acara puncak upacara ritual masyarakat Tengger (Kasada) yakni berupa pelemparan hasil bumi sebagai persembahan ke kawah Gunung Bromo. Upacara inilah yang menarik wisatawan untuk menyaksikan acara yang hanya berlangsung satu tahun sekali. @sueswit.copyrigted

Bromo

Catatan penting yang harus diperhatikan sebelum berwisata ke Bromo;

  • Perlengkapan standar yang harus disiapkan adalah baju/jaket tebal, sepatu cats dengan kaos kaki tebal, sarung tangan, kupluk/kerpus yang menutupi kepala sampe telinga. Bisa Ada beli di lokasi, tapi tentu saja dengan harga yang tidak murah.
  • Suhu kawasan Bromo berkisar antara 5-14 derajat celcius. Di musim kemarau suhu di Lereng Penanjakan saat sunrise bisa sampai 2 derajat celcius.
  • Oxycan mungkin Anda perlukan karena udara di Lereng Pananjakan sangat tipis, membuat Anda mudah terengah-engah dan kehabisan oksigen. Perlengkapan P3K, air mineral secukupnya.
  • Kamera. Percuma dong jauh-jauh ke tempat sebagus ini kalau Anda tidak punya dokumentasinya 
  • Golden time view bagus di Bromo adalah musim kemarau antara Mei – September. Jika Anda ke Bromo pada musim penghujan. Bisa-bisa waktu seharian akan Anda habiskan di kendaraan.
  • Kendala pemandangan Bromo dari Lereng Penajakan selain hujan adalah kabut. Anda sangat mungkin tidak mendapatkan sunrise yang memuaskan jika kabut sangat tebal.
  1. handoko
    10 Juni 2011 pada 7:59 am | #1

    Salam jepret Om.
    Pagi ini gak sengaja nemu blog panjenengan. bagussss…!
    salut dan angkat jempol lima buat panjenengan. (jempol satunya pinjem ya? hehe…)

    wassalam,
    Handoko

    • 10 Juni 2011 pada 10:20 am | #2

      Halo Om Han
      Pakabar?
      Makasih sudah mampir ke blog saya … :)

  2. Imaduddin Arif
    19 November 2011 pada 12:30 pm | #3

    Selamat siang Om Sue ….

    Tadi pas coba-coba searching untuk CZ 24-70 for Sony ndilalah nyangkut di link yang mengantar ke Blog ini. Seneng membaca isi dan melihat foto-fotonya Om Sue ….

    Salam,

    Imaduddin Arif

  3. diazmirza
    9 Januari 2012 pada 6:58 pm | #5

    ini + olah digital gak om?? pake apa aja?? thanks salam jepret.,.,.,

    • 13 Januari 2012 pada 12:50 pm | #6

      Yup… sudah edit seperlunya saja. Pake photoshop

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 496 pengikut lainnya.