Beranda > Photography Knowledge > Stage Photography II (Tips Teknis)

Stage Photography II (Tips Teknis)

Kemarin sudah saya publish bagian pertama dari Stage Photograpy yang membahas tentang tips psikologis. Bagian kedua ini akan lebih banyak mengulas tips-tips teknisnya.

Stage Photography

  • Pakai RAW
    Kenapa harus RAW? silahkan baca tulisan saya di SINI

  • Ambil Jarak Terdekat Semampu Anda
    Jika posisi Anda adalah sebagai ‘penonton’ sebisa mungkin ambil seat paling depan. Makin dekat dengan stage makin bagus. Pastinya, Anda akan membutuhkan lensa telezoom. 200mm sepertinya adalah focal lenght paling pendek yang Anda butuhkan. Lensa ini akan sangat membantu Anda untuk mendapatkan portrait ekspresif yang bagus.
    Sesekali, kalau Anda menginginkan untuk mengambil angle lebar dari atmosfer panggung, Anda bisa mengganti lensa Anda dengan lensa yang lebih lebar. Khusus pengambilan lebar ini, pada area panggung yang kebanyakan menggunakan lighting spot, Anda bisa menurunkan exposure beberapa stop supaya konsentrasi xposure bisa terpusat dan pendaran dari cahaya panggung terlihat lebih dramatis.
    Jarak dekat ini juga akan memungkinkan bagi Anda untuk mengambil performer secara detail. Karena biasanya performer akan secara penuh memaksimalkan penampilan mereka di panggung. Anda bisa mengamati dan kemudian memanfaatkan detail ini untuk kesempurnaan foto Anda. Close up ekspresi perform, expresi komunikasi, kostum, perhiasan/assesoris, tatoo akan sangat menambah nilai karya foto panggung Anda.

    Stage Photography

  • Jangan Menggunakan Flash
    Bagi yang belum pernah motret panggung pasti akan mengira bahwa kesulitan terbesar dari foto panggung adalah masalah pencahayaan. Dan mau tidak mau harus berangkat dengan berbekal yang namanya flash external dengan harapan akan sangan membantu menambah pencahayaan.
    Pertama, untuk show-show besar akan sudah pasti ADA LARANGAN bagi fotografer untuk menggunakan flash. Kenapa? karena yang namanya stage, pasti sudah dikonsep sedemikian rupa dengan warna dan pencahayaan panggung. Penggunaan flash dari fotografer pasti akan sangat mengganggu konsep lighting tersebut.
    Kedua, penggunaan flash dari fotografer pasti akan sangat mengganggu si performer. Kalau satu dua mungkin tidak terasa. Tapi bagaimana jika yang membawa kamera ke acara tersebut puluhan atau ratusan orang? pasti kilat-kilat dari flash akan sangat menganggu.
    Dari segi Anda fotografer, penggunaan flash untuk cahaya tambahan yang pasti akan merusak ambience. Nuansa panggung yang sudah dikonsep dengan warna-warna tematis dengan lampu-lampu spot yang beraneka ragam pasti akan rusak oleh nyala flash Anda. Sehingga hasil yang Anda dapatkan pasti akan terasa datar tanpa terasa nuansa panggungnya.
    Pengalaman saya, untuk foto panggung, menggunakan ISO 800 – 1600 sudah sangat cukup untuk mendapatkan exposure yang nikmat. Saya malah cenderung menurunkan exposure sekian stop untuk menyelamatkan area yang tersiram lampu spot secara langsung.
    Jangan takut noise. Karena sifat lampu panggung yang spot, maka batas antara area shadow dan highlight akan sangat keras. Kondisi ini memungkinkan Anda mendapatkan foto yang relatif bersih. Karena noise kebanyakan tercipta dari area shadow yang bersifat abu-abu.

    Stage Photography

  • Jika tidak yakin menggunakan mode Manual, gunakan Shutter speed priority.
    Hindari memakai mode P atau mode-mode super automatic lainnya. Tentu saja akan lebih bagus menggunakan mode manual, dimana Anda akan lebih leluasa mengontrol exposure yang Anda inginkan.
    Dengan shutter speed priority Anda akan lebih mungkin mendapatkan hasil eksposure yang konsisten. Sesuaikan dengan kemampuan Anda sampai seberapa shutter speed Anda bisa merasa steady. Selebihnya jika Anda mempunyai keterbatasan angka diafragma, Anda bisa memainkan nilai ISO sebagai kompensasi.

  • Gunakan centre-weighted exposure metering
    Type metering ini paling cocok digunakan untuk pemotretan panggung. Sifat metering centre weigted yang penentuan area meteringnya bersifat spread memungkinkan kamera bisa mengkalkulasi area-area metering yang kontras.

    Stage Photography

  • Gunakan White Balance Auto
    White balance auto memungkinkan kita untuk mendapatkan ambience sebenarnya. Mengapa begitu? karena sifat ambience panggung sekali lagi adalah sudah pasti berkonsep. Tentu saja konsep lighting ini tidak bisa kita normalkan dengan bantuan white balance kalau kita ingin mendapatkan suasana panggung yang sebenarnya.
    Bagus atau tidaknya panggung salah satu faktor pentingnya adalah lighting. Seandainya konsep panggung misalnya adalah disetting sedemikian rupa sehingga sifatnya tungsten, maka jika kita menyesuaikannya dengan menggunakan WB tungsten, maka sifat tungsten tersebut akan hilang. Menjadi netral. Suasana panggungnya tidak terekam.

  • Gunakan Single Area Fokus
    Sekali lagi sifat lamp panggung biasanya adalah spot. Bukan sekedar spot tapi juga bersifat dim (bisa diatur intensitasnya). Kondisi ini membuat kita kadang-kadang sulit menemukan titik fokus kalau fokus kita trus bekerja. Dalam kondisi panggung yang ekstrim low, kadang-kadang saya malah lenih suka menggunakan manual fokus untuk mempercepat proses.

Semoga membantu. @sueswit.copyrighted

Categories: Photography Knowledge
  1. drajat “Gibol”
    25 Mei 2011 pada 3:33 pm | #1

    sip deh….

  2. Chairul Anwar
    25 Mei 2011 pada 4:59 pm | #2

    terima kasih, suatu saat tip
    2 seperti ini akan saya coba ….

  3. 25 Agustus 2011 pada 8:51 am | #3

    salam om sueswit,,, saya mau tanya,,, benarkah ada warna2 lampu tertentu yang harus kita hindari, misalnya warna merah?

    • 21 September 2011 pada 11:46 am | #4

      Tidak ada warna yang harus dihindari Mas :) Soal warna, memang ada yang harus yang harus diperhatikan dalam memotret panggung. Yaitu warna warna solid dengan intensitas kuat. Sabar sabar aja menunggu moment lighting yang pas pada artis/penampil di panggung. Tunggu sampai kondisi lighting paling pas, baru eksekusi.

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 496 pengikut lainnya.