Beranda > Photography Knowledge, Psikologi Fotografi > Stage Photography I (Tips Psikologis)

Stage Photography I (Tips Psikologis)

Stage fotografi atau fotografi panggung adalah salah satu bidang fotografi yang saya sukai. Banyak hal yang membuat saya merasa nikmat memotret perform panggung. Apalagi kalau yang sedang perform adalah artist yang kebetulan saya sukai. Memotret mereka terasa lebih nikmat dibanding sekedar menikmati apa yang mereka tampilkan.

Pertama kali saya memotret Stage sekitar tahun 2003an saat masih aktif bekerja di sebuah media massa. Itupun masih menggunakan alat seadanya, sebuah kamera prosumer dengan tele zoom. Sayangnya filenya hilang entah kemana. Kalau tidak salah watu itu ada perform dari Siti Nurhaliza di sebuah Mall di Surabaya.



Pengalaman pertama motret panggung tersebut masih belum memberi kesan apa-apa. Bukan karena alat yang dipakai alakadarnya. Tapi memang karena kondisi waktu itu saya cuma bisa mengambil gambar dari kursi penonton, maka saya tidak bisa ekplorasi terlalu banyak. Selanjutnya dari bererapa kali memotret perform panggung, baru kemudian saya bisa merasakan nikmatnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, memotret panggung seperti menjadi sebuah kegiatan yang selalu ingin saya lakukan. Kendala demi kendala sebagaimana yang saya bayangkan ternyata memang tidak sesulit yang dibayangkan. Baik itu masalah teknis fotografinya seperti masalah pengukurang cahaya/metering atau masalah WB dan lain-lain.

Selalu ada yang unik dalam fotografi panggung. Pengalaman saya, biarpun saya memotret seorang performer atau sebuah band lebih dari satu kali, bahkan berkali-kali. Saya selalu menemukan hal-hal baru pada penampilan mereka. Ekspresi yang khas memang selalu muncul. Tapi akan banyak hal yang bisa diambil kalau kita jeli. Cara mereka mengekspresikan apa yang mereka tampilkan, cara mereka berkomunikasi dengan audience atau cara mereka saat mengekspresikan hal-hal berdasarkan respon audience.

Communicate wih the audience

Tetap harus diingat bahwa apa yang Anda dapatkan dari mata, hanya akan sampai pada mata penikmatnya. Tapi kalau Anda sanggup mengambilnya dengan hati, maka yang Anda tampilkan juga akan sampai pada hati penikmat karya Anda.

Foto-foto yang saya tampilkan di atas adalah beberapa foto stage yang bisa saya temukan di hardisk saya pada awal-awal saya mulai menyukai foto panggung. Sebagian sudah ada di gallery saya di FLICKR, sebagian lagi belum ada.

Tips Psikologis Stage Photography;

  • Akan lebih baik kalau Anda mengenali orang atau grup yang sedang Anda abadikan performancenya
  • Kalau Anda asing dengan performer, jangan langsung hajar. Nikmati dulu sekian saat apa yang mereka tampilkan
  • Tidak ada salahnya larut dalam apa yang dibawakan performer. Sedikit bersenandung akan lebih membawa Anda ke ruang empati dan Anda akan dapat dengan mudah mendapatkan feel panggung.
  • Golden momen dalam sebuah perform panggung tidak akan banyak. Jaga konsentrasi Anda dan jangan lepaskan perhatian pada hal lain selain momen-momen menarik di atas panggung.
  • Jangan menghabiskan waktu untuk terlalu sering mereview apa apa yang Anda dapatkan melalui LCD. Momen bagus bisa saja datang saat Anda sibuk mempelototi LCD Anda. Eksekusi dulu saja semampu Anda. Soal review, bisa Anda lakukan saat perform sudah selesai.
  • Jangan mudah puas ketika sudah mendapatkan sebuah frame yang bagus. Percayalah, sepanjang perform berikutnya, pasti akan ada momen-momen lain yang lebih bagus.
  • Memotret panggung bukan cuma membutuhkan kejelian mata Anda untuk mendapatkan momen dan sudut pandang yang bagus. Tapi juga sangat membutuhkan kepekaan hati Anda untuk merasakan kapan sang perform bisa benar-benar mengeluarkan feel terbaiknya.

Besok, saya akan melanjutkan tulisan tentang Stage Photography ini ke bagian II. Bagian ke-2 besok akan lebih banyak membahas masalah teknis. @sueswit.copyrigted

  1. 24 Mei 2011 pada 11:36 am | #1

    wah mantap nih tips nya terima kasih ya, kalau boleh saya copas ke file saya, Thanks

  2. drajat “Gibol”
    25 Mei 2011 pada 3:25 pm | #3

    Ini dia yang aq tunggu tentang stage…. terima kasih ilmunya Pa. April

  3. 28 April 2012 pada 7:00 pm | #5

    Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a
    amusement account it. Look advanced to more added agreeable from you!
    However, how can we communicate?

    • 28 April 2012 pada 7:20 pm | #6

      Thank you for visiting my blog. We can communicate via email. You could be emailing me to sueswit@gmail.com. anyway I’ve visited your website and I love it.

  1. 25 Mei 2011 pada 2:32 pm | #1

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 496 pengikut lainnya.